Minggu, 11 Oktober 2020

Oktober wish

 Semoga ketika saya sudah mulai bosan saya bisa melakukan pembersihan sungai di sekitar saya dan menjadi orang yang turut serta mendaur ulang sampah atau limbah yang digunakan orang-orang sehari-hari.

Dalam pikiran saya, saya ingin sekali memberikan pengaruh pada lingkungan melihat kotornya aliran sungai karena kebiasaan membuang apapun di sungai entah karena mitos atau juga yang lain. 

Semoga di tahun-tahun mendatang saya bisa mewujudkan hal ini setidaknya sebelum saya mati. 


Ingin sekali melihat sungai yang jernih yang bisa dibuat ikan untuk berenang 🎏

Sabtu, 26 September 2020

Update September

BTW tulisan saya selama ini sampah ya teman-teman ? kok saya rasa dan baca ulang feelingnya kayak gitu sih. Saya juga akhir-akhir ini rasanya pegal semua, apa karena jarang olahraga ya? haaaaaaaaaaaaaaaaah memang sudah berumur harus hidup sehat ya ternyata. Oh iya bagaimana kabar kalian semua? ya walaupun saya tahu tidak ada juga yang akan berkomentar di post ini. Semoga kalian semua sehat dan tidak mati waktu pandemi seperti ini. 

Akhir-akhir ini makin ngeri kejadian Covid 19 ya, semoga saya bisa terhindar dari penyakit itu karena punya herpes di dahi aja sudah menyiksa apalagi Covid 19. oke saya mau ijin edit podcast dulu, ya hari sabtu saya hanya menyendiri di kamar karena ga tahu mau kemana dan ga punya teman juga hehehe.


Rabu, 09 September 2020

Gak Tau

 Halo, ini mungkin akan jadi tulisan aneh dan membingungkan.

Tanggal 9 September 2020 tepatnya di Sore hari saat sedang naik motor untuk cari makan. Tiba-tiba terlintas dipikiran bahwa sesungguhnya manusia ini kelak akan berujung kepada kehampaan yang dimana ketika dunia suatu saat hancur kita akan kembali kepada keadaan tanpa kehidupan yaitu di ruang hampa udara. Mungkin ini terdengar sangat aneh bahkan jika dilihat dari sisi kepercayaan saya bisa dikata bid'ah atau murtad?

oke, yang kedua. Bagaimana jika kita benar-benar dilahirkan kembali tapi bukan pada hari kebangkitan melainkan hidup lagi di Dunia dengan segala siksa yang ada di Dunia. Bukankah hidup memang penuh derita? jadi mungkin saja konsep reward dan punishment itu sesungguhnya adalah jika kita mati akan dihidupkan kembali menjadi orang lain dengan kehidupan yang lain. Dimana kita mengulang dari awal kehidupan mulai bayi namun dengan sosok yang berbeda. Yang membuat itu surga dan neraka adalah kita terlahir sebagai siapa? apakah jadi si miskin, si kaya, si sehat, atau juga si sakit?. Dari situ bisa diasusmikan konsep surga dan neraka adalah kehidupan yang berulang di Bumi ini. Hidup tiap harinya saja penuh dengan siksaan tapi juga kadang ada momen yang indahnya, namun jika ditotal mungkin banyak nyiksanya tergantung kita terlahir dari siapa, kondisi apa, atau juga dari keluarga yang mana?. 


Oke cukup sampai sini maaf jika ini tulisan teraneh yang pernah saya buat mungkin akan saya hapus ketika saya mendapat pemikiran yang baru lagi. Jujur akhir-akhir ini saya sering berpikir tentang konsep punishment dan reward seperti surga dan neraka. Ada juga saya berpikiran jika akhirat itu tidak ada apa kita akan hidup berulang dengan cara berganti identitas yang lain. Pemikiran ini timbul sebenernya dari saya kecil karena saya merasa kenapa tiap bangun hanya sudut pandang saya saja yang ditampilkan? kenapa saya tidak bisa melihat dengan mata orang lain? layaknya di game? saya bangun bernafas dengan tubuh yang sama setiap hari? apa jika mati kelak saya akan ditubuh yang sama? lalu apa guna hidup ini ada? apakah ini semua hanya halusinasi saja? ketika saya berpikir itu jantung saya berdegup kencang dan otak saya sakit rasanya. Mata saya Otomatis terbelalak jika memikirkan hal tersebut dan akhirnya sepanjang malam terjaga hanya karena memikirkan hal tersebut. Andai ada jawaban soal ini saya mungkin akan dapat ketenangan. 

thanks.

Jumat, 04 September 2020

Mengerti sekitar dan dimengerti oleh kehidupan

 Membuat sekitar menjadi mengerti kita itu sulit. Buat saja ruang untuk diri sendiri dan tidak dicampur adukkan antara ruang publik dan pribadi karena akan membuat makin carut marut saja keadaanmu sekarang. Kalian boleh kok berbeda dari orang lain, jangan terlalu memikirkan standar yang dibuat oleh lingkungan sekitar. Memang awalnya akan terasa aneh dan berat tapi ketika kamu sudah menerima predikat aneh itu ya akan biasa-biasa saja. Mungkin dari orang-orang sekitar akan menganggap kamu aneh, sesaat atau ganjil. Itu terserah padamu untuk menjadi kamu sendiri atau kamu yang diingikan orang lain. Pilihlah tujuan hidupmu, jika hari ini kamu menjadi yang diinginkan orang lain itu akan bertahan sampai kapan? apakah kamu individu yang hidup untuk memenuhi kebahagiaan orang lain? atau individu yang bebas untuk memilih apa yang disukai. Memang selalu ada batasan di sekitar kita, terima saja predikat apa itu yang disematkan pada kalian. Jika tidak nyaman ya kalian bisa mengubahnya hingga diri kalian nyaman. Itu semua adalah the meaning of life, dimana kalian bingung mau jadi apa, mengikuti standar yang bagaimana, atau menjadi diri sendiri.


memang tidak nyambung sih tulisan kali ini. Tapi blog ini memang tercipta dari ke-random-an itu sendiri. Jadikan hari lebih berarti dengan menjalaninya sesuai apa yang kamu inginkan karena semua itu adalah THE MEANING OF LIFE.

SEKIAN 

SALAAM.

Minggu, 30 Agustus 2020

Hallo

 Tidak banyak yang bisa saya tulis, saya hanya ingin membagikan sedikit pemikiran saya akhir-akhir ini mengenai perjalanan hidup. Perjalanan yang dimulai dari mananya saya tidak tahu dan akhir seperti apa juga belum tahu. Ada yang perjalanan hidupnya panjang ada juga yang tidak. Tapi pernah terpikirkan tidak? akan perjalanan hidup ini yang terasa sangat menyiksa di setiap fasenya? atau juga terasa begitu cepat sehingga kita tak sadar jika inilah yang namanya perjalanan hidup?


Kadang saya berpikir perjalanan hidup saya seperti membosankan tak seperti bayangan saya dulu sewaktu masih anak-anak. Begitu beratnya sehingga kadangkala saya hanya sekedar menjalaninya hanya untuk melalui hari saja. Ambisi untuk berkembang juga sudah berkurang tak seperti masa remaja dulu yang mempunyai seribu tujuan hidup. Saya sekarang hanya jadi pemerhati kehidupan orang lain saja dan menerima peran saya sebagai saksi peristiwa bukan seorang yang membuat peristiwa. Dengan meniadakan imajinasi akan hal-hal yang besar setidaknya saya tidak hidup dalam bayangan liar saya. Saya hidup di dunia nyata yang saya sudah sadar akan posisi saya. Katakanlah saya pengecut atau pesimis, iya saya menerima kata-kata tersebut memang saya seorang yang pengecut dan pesimis. Dengan begitu saya bisa survive/bertahan hidup dengan cara seperti itu.

meskipun tulisan akhir-akhir ini sangat aneh, terima kasih sudah membaca.

Sampai jumpa

Update Agustus

 Maaf karena sudah lama gak menulis di sini. Saya sekarang sudah tercerahkan karena akhir-akhir ini mengikuti video-video seminar dari dr. Ryu Hasan. Banyak yang saya dapat dan renungkan sehingga membuat keimanan saya goyah tapi saya bersyukur hehehe. Salah satu yang saya baru tahu adalah soal Bahagia sejatinya dari orang lain bukan dari diri sendiri. Jika ada yang bilang Bahagia itu dari diri sendiri, itu bukan bahagia melainkan Inner Peace. Apa itu Inner Peace ? cari saja sendiri hehehe.


Lalu saya juga baru tahu ada yang namanya Nabidh dan Nabidh itu sering dikonsumsi oleh beberapa tokoh yang terkenal di masa lalu sampai sekarang.


Ada juga yang saya dapat yaitu bahwa semua manusia pada awal minggu di kandungan adalah berkelamin perempuan, dan menjadi laki-laki adalah suatu kesalahan yang dihasilkan oleh gen? atau kromosom atau juga hormon, entahlah saya lupa yang jelas saya ketahui sekarang adalah pada awalnya semua manusia itu berkelamin perempuan jadi jika ada laki-laki yang ke-cewek²an sesungguhnya ia kembali ke fitrahnya hehehe jadi jangan kaget kalau ada bapak-bapak yang kemayu atau cewek yang ke cowok²an itu ada.


ya segitu aja cukup, next time saya cerita lagi bye.

Sabtu, 08 Agustus 2020

Sebuah Batasan hidup

Sebuah batasan ada untuk menyadarkan kita akan suatu hal yang kita sendiri bingung kenapa tidak sejalan dengan rencana kita. Gampangnya, seperti kalian gagal dalam suatu hubungan atau bahkan gagal naik jabatan. Ada kalanya kita merenung dan tak menemukan jawaban. Di kondisi itulah kita mesti sadar akan batasan kita. Banyak yang kebingungan akan suatu masalah tanpa memikirkan batas-batas yang dimiliki dirinya sendiri atau lingkungan. Jika dipikirkan kembali tentang permasalahan yang terjadi, pernahkah kamu memikirkan batasanmu sendiri? atau yang biasa dibilang sadar diri.

Mungkin, sebagian dari kita masih memungkiri adanya batasan ini. Namun lingkungan juga punya batasan seperti ketika kalian sudah yakin akan karir kalian ada kalanya lingkungan kalian membatasi hal tersebut dan akhirnya kalian stuck dimana batasan--batasan tersebut menjadi halangan.

Yang ingin saya sampaikan adalah selagi masih hidup pahamilah diri sendiri dan temukan batasan kalian seperti saya tidak bisa kerja di sini, saya sepertinya tidak bisa mendapatkan cowok/cewek itu, sepertinya saya tidak cocok untuk menikah. Mungkin kalian berpikir ini adalah suatu tulisan yang negatif atau pesimistis tapi hanya itu yang terbersit dipikiran saya kali ini. Memang saya terlahir dari pikiran-pikiran pesimistis dan negatif sehingga menjadikan saya sekarang yang bisa dibilang sangat membosankan.

Dari beberapa yang pernah saya tulis mungkin saya akan mengaku di tulisan kali ini jika selama saya menulis di blog, saya memposisikan diri saya sebagai orang lain bukan diri sendiri. Baru ini saya berani untuk menunjukkan saya yang sebenarnya yang dipenuhi aura pesimis dan negatif.

terima kasih
Salaam