Tampilkan postingan dengan label Kisah Sedih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Sedih. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 September 2020

Gak Tau

 Halo, ini mungkin akan jadi tulisan aneh dan membingungkan.

Tanggal 9 September 2020 tepatnya di Sore hari saat sedang naik motor untuk cari makan. Tiba-tiba terlintas dipikiran bahwa sesungguhnya manusia ini kelak akan berujung kepada kehampaan yang dimana ketika dunia suatu saat hancur kita akan kembali kepada keadaan tanpa kehidupan yaitu di ruang hampa udara. Mungkin ini terdengar sangat aneh bahkan jika dilihat dari sisi kepercayaan saya bisa dikata bid'ah atau murtad?

oke, yang kedua. Bagaimana jika kita benar-benar dilahirkan kembali tapi bukan pada hari kebangkitan melainkan hidup lagi di Dunia dengan segala siksa yang ada di Dunia. Bukankah hidup memang penuh derita? jadi mungkin saja konsep reward dan punishment itu sesungguhnya adalah jika kita mati akan dihidupkan kembali menjadi orang lain dengan kehidupan yang lain. Dimana kita mengulang dari awal kehidupan mulai bayi namun dengan sosok yang berbeda. Yang membuat itu surga dan neraka adalah kita terlahir sebagai siapa? apakah jadi si miskin, si kaya, si sehat, atau juga si sakit?. Dari situ bisa diasusmikan konsep surga dan neraka adalah kehidupan yang berulang di Bumi ini. Hidup tiap harinya saja penuh dengan siksaan tapi juga kadang ada momen yang indahnya, namun jika ditotal mungkin banyak nyiksanya tergantung kita terlahir dari siapa, kondisi apa, atau juga dari keluarga yang mana?. 


Oke cukup sampai sini maaf jika ini tulisan teraneh yang pernah saya buat mungkin akan saya hapus ketika saya mendapat pemikiran yang baru lagi. Jujur akhir-akhir ini saya sering berpikir tentang konsep punishment dan reward seperti surga dan neraka. Ada juga saya berpikiran jika akhirat itu tidak ada apa kita akan hidup berulang dengan cara berganti identitas yang lain. Pemikiran ini timbul sebenernya dari saya kecil karena saya merasa kenapa tiap bangun hanya sudut pandang saya saja yang ditampilkan? kenapa saya tidak bisa melihat dengan mata orang lain? layaknya di game? saya bangun bernafas dengan tubuh yang sama setiap hari? apa jika mati kelak saya akan ditubuh yang sama? lalu apa guna hidup ini ada? apakah ini semua hanya halusinasi saja? ketika saya berpikir itu jantung saya berdegup kencang dan otak saya sakit rasanya. Mata saya Otomatis terbelalak jika memikirkan hal tersebut dan akhirnya sepanjang malam terjaga hanya karena memikirkan hal tersebut. Andai ada jawaban soal ini saya mungkin akan dapat ketenangan. 

thanks.

Sabtu, 01 Agustus 2020

Kekhawatiran

Memang manusia setua apapun alaj menjadi anak-anak remaja yang resah akan masa depan mereka. Terlebih lagi, jika yang mereka hadapi hari ini berbeda dengan apa yang dulu pernah mereka bayangkan. Membayangkan jika sudah besar dan cukup umur akan memiliki kerjaan yang bagus dan diumur ke 25 akan segera menikah dan punya anak. Tapi justru yang ada saat ini malah kita tak tahu apa yang sedang terjadi dan akan terjadi kelak. Mungkin beberapa orang tidak mengalami apa yang saya tulis ini, tapi setiap orang pasti akan menghadapi kekhawatiran akan masa yang akan datang.
Kekhawatiran ini merupakan salah satu dari mental health issues yang jarang tersorot karena kebanyakan hanya berfokus pada QLC saja. Padahal di usia berapapun manusia akan tetap merasa khawatir akan hidupnya apalagi kehidupan di masa depannya.

Kekhawatiran seperti itu wajar bila tidak berlebihan, yang menjadi masalah adalah ketika rasa khawatir tersebut membuat hari-hari yang dijalani terasa berat, seakan hari ini hanya hari-hari kemarin yang terbuang begitu saja. Rasa khawatir ini muncul dari diri sendiri akibatnya banyak ada yang membandingkan dengan hidup orang lain ataupun kehidupan yang tak sesuai ekspektasi.
Apa yang perlu dilakukan?
bercerita ke pakarnya jika memang akut atau perlu rehabilitasi, obat-obatan dan semacamnya akan dapat dibantu dengan lebih meyakinkan. Tujuannya hanya untuk membuat perasaan tidak nyaman dalam diri menjadi lebih nyaman. Bila perlu untuk dijadwalkan bimbingan setiap berapa minggu mingg mencegah rasa khawatir yang berlebihan.
Selain itu mungkin dukungan orang sekitar sangat perlu untuk memotivasi diri yang dikuasai rasa khawatir. Apalagi support dari orang-orang terdekat seperti keluarga inti (orang tua, kakak, adik). Justru dari keluarga inilah jika tak ada support yang ada malah tuntutan terus menerus rasa khawatir akan menjadi sangat kuat (ini di luar faktor dari dalam diri sendiri).
Oleh karena itu jika kalian melihat keluarga kalian atau bahkan teman dekat kalian merasa kekhawatiran ini tolong untuk dibantu. Cukup dengan mendengarkan tanpa perlu menceramahi atau menggurui dan apabila kalian tidak sanggup saran saya temani dia ke pakarnya seperti psikolog atau juga psikiater.

Saya sendiri juga merasa khawatir kadang-kadang tapu dengan mengalihkan tujuan dan mencari kegiatan yang disukai rasa khawatir tersebut tidak menjadi momok yang menakutkan.

itu saja seperti nya

Sabtu, 27 Agustus 2016

Kicauan Tengah Malam : Kegelisahan

Halo teman-teman.
Akhir-akhir ini saya jadi lebih sering memposting sesuatu, tapi kali ini postingan saya tidak lebih dari sekedar omongan ga jelas. Apa yang bisa diomongkan malam ini? mungkin saya juga tidak tahu, tapi mari mencoba menemukan topik

Apa yang harus saya bicarakan? apakah tentang sosial? kesehatan? atau hal-hal yang berbau negara?.
Saya rasa, saya kurang mengerti akan hal tersebut. Saya lebih memfokuskan kepada apa yang sebenarnya saya coba utarakan kepada teman-teman sekalian. Seberapa pentingkah pembahasan saya dan selucu atau seatraktif apa tulisan yang dapat teman-teman anggap itu adalah saya. Mungkin dikarenakan blog ini masih baru jadi saya (penulis) belum banyak dapat kritikan dan saya juga masih baru membuat tulisan. Namun saya sudah bertanya keteman terdekat tentang penulisan saya, ada yang mengucapkan bahwa masih kaku, tulisan ini tidak mencerminkan saya, dan ada yang menyanjung bagus.

Saya akan memberi sedikit jawaban atas tanggapan-tanggapan itu. Sebelumnya saya berterima kasih atas respon yang diberikan, namun sejauh ini saya masih menikmati gaya penulisan seperti ini. Semoga kedepannya tulisan saya dapat membaik dan menjadi cerminan akan saya sebagai saya sendiri ditulisan, bukan karena ingin terlihat bagus atau keren, tapi memang saya sedang melakukan kenyamanan akan menulis.  

Bonus quote yaaa.

Tulislah walau tidak jelas, karena yang penting adalah menulisnya, konten belakangan saja (quote)


*Bonus curhatan lagiiii;

"Berpikir lebih dalam akan suatu masalah hanya akan memuncul kan 2 jawaban, bertambah kalutnya masalah itu dan makin stressnya si pemikir. Untuk urusan berpikir ini, mungkin dibutuhkan seseorang yang pandai berpikir. Namun tidak menutup kemungkinan orang biasa mampu berpikir lebih efisien daripada orang yang biasa berpikir." -Dikky Yuniansyah


Sekian