Rabu, 16 Juni 2021

Kesuksesan di Dunia Part 2

Banyak dari orang-orang berlomba-lomba untuk mengejar kesuksesan, wajar jika kita juga turut serta dalam lomba tersebut. Dalam lomba memang ada yang kalah ada juga yang menang. Jadi jika kalian ingin menang maka kalian perlu mengingat jika perlombaan menjadi sukses itu memerlukan persiapan dan juga modal. Lantas apakah kalian sudah mempersiapkan modal atau persiapan kalian? Okelah jika sudah maupun belum. Di tulisan kali ini saya akan mencoba membagikan pandangan kesuksesan yang hanya akan didapat oleh orang-orang yang kaya raya dan beberapa mungkin juga bisa diraih oleh orang yang biasa-biasa saja. Biarlah takdir yang memutuskan bukannya saya hehehe. (Dibawah ini kita mulai)

Pernahkan kalian berpikir? apakah akan sukses di masa depan? atau malah berpikir kenapa saya tidak sukses-sukses setelah berjuang begitu keras? inilah pendapat saya.

Kesuksesan seseorang ditentukan dari se-kaya apa orang tuanya. Jika orang tuanya kaya persentase untuk jadi sukses sudah pasti besar melebihi 70% ,sisanya hanya kemauan dan strateginya saja yang perlu untuk dipelajari. Berbeda nasib jika orang tuanya biasa saja, persentase untuk jadi sukses hanya 2-3 %. Ibarat seperti kalian bermain gatcha atau bermain game-game jepang yang harus membayar untuk mendapatkan karakter tertentu atau item-item yang bagus. Jika kalian tidak punya uang yaaa tidak bisa dapat barang bagus, pun jika kalian punya hasilnya juga belum tentu item yang kalian incar. Memang begitulah setting dari kehidupan ini yang diterapkan di game-game jaman modern, dari situ kita bisa belajar menyikapi hidup.

Bicara soal kekayaan dan kesuksesan, pernahkan kalian berpikir bagaimana orang miskin yang tergolong milenial. Saya dapat pandangan ini dari video YouTube milik Jakarta Post yang berjudul Poor Milenial, video itu benar-benar membuat saya mempunyai sudut pandang lain soal Milenial yang dianggap generasi emas, kekinian, modern, yang disanjung oleh sejuta umat pokoknya, tapi ternyata milenial juga punya sisi lain. Kalian harus nonton video itu karena disitu memberikan pandangan lain soal hidup jadi warga ibukota dengan penghasilan yang minim untuk anak muda era sekarang.

Kesuksesan juga tidak melulu mendatangi orang kaya dan anak turunnya. Dibeberapa kasus, orang miskin juga bisa jadi sukses tapi dengan ketentuan dan syarat yang berlaku seperti : 

1. Si miskin harus bekerja keras dan cerdas juga harus hemat

2. mempunyai sifat yang visioner

3. memanfaatkan uang yang didapat untuk investasi

4. mengorbankan apapun yang dimiliki

5. faktor luck yang tinggi sedari kecil

6. mempunyai mental orang kaya

7. Saya ga tau apakah itu semua berhasil tpai nomer 6 adalah TAKDIR hahahahaha. Karena meskipun sudah melakukan itu semua jika memang nasibnya jadi miskin ya dipasrahkan ke takdir. entahlah mungkin saya yang lagi teler sewaktu nulis ini

yang jelas...

Jika disambungkan dengan paragraf-paragraf sebelumnya, kita bisa tahu bahwa memang kekayaan adalah jalan menuju kesuksesan yang menggunakan mode easy, jika ingin mode hard ya jadi anak orang miskin yang tinggal di pedalaman, tidak sekolah, dan tidak dapat akses Internet serta privilege-privilege lain harus dihilangkan untuk mencoba kesuksesan dengan hard mode.

Kebosanan Hidup (Tulisan pertama di Umur 27)

 Tentang kebosanan menjalani hidup..

dunia yang menjadi tua atau saya yang tidak muda lagi?  memang pertanyaan itu tidak ada korelasinya karena yang jelas adalah jawabannya saya yang masih muda sudah merasa tua karena keadaan saya sekarang ini benar-benar stuck dan tidak tau mau dibawa kemana. Di pikiran inginnya melakukan hal yang disukai namun kenyataannya harus melakukan hal yang tidak disukai agar bisa menyambung hidup (uang, karena hidup butuh uang). Entah ini didorong oleh rasa apa, yang jelas hodup saya di umur ke 27 rasanya begitu membosankan. Faktor lingkungan mungkin berpengaruh atau bisa juga faktor-faktor lain seperti kecanggihan jaman yang memicu orang seumuran saya berlomba-lomba untuk mencapai sesuatu yang disebut oleh kebanyakan orang kesuksesan.

Sukses di sini mungkin lebih ke arah kaya raya hidup bahagia mati masuk surga (jika memang surga benar adanya). Orang-orang di seumuran saya bahkan sudah ada yang jadi manager di suatu perusahaan, ada yang jadi politisi, jadi aparatur negara, bahkan pengusaha yang berhasil. Dari itu semua, dunia di timeline saya terkesan begitu sangat cepat karena perlombaan yang saya sendiri juga tidak tahu yang memulai ini siapa?. Lomba tanpa aturan dan tanpa syarat yang membuat orang-orang berbondong-bondong untuk mengejar kesuksesan tsb. Mungkin saya saja yang merasa ini atau juga saya saja yang tidak menyukai hal ini dan bisa juga karena saya sudah kalah dalam perlombaan ini makanya saya berpikiran seperti ini.

Ya apapun yang saya rasakan mungkin juga berpengaruh pada pemikiran saya saat ini. Mungkin akan berbeda lagi jika saya diposisi sang pemenang (orang yang mencapai kesuksesan), saya akan dengan jumawa akan memberikan wejangan-wejangan atau juga motivasi pada orang-orang yang memulai untuk sukses dan ikut serta dalam perlombaan kesuksesan ini, selayaknya seperti kaum-kaum muda yang tidak berbakat tapi memiliki koneksi dan materi yang berlimpah untuk membuat seminar atau workshop kehidupan dari sudut pandang mereka.


Ya begitulah hidup, saat ini saya juga sudah pasrah mau kemana lagi hidup saya mengalir. Dulu saya tidak setuju dengan hidup itu seperti aliran sungai yang mengalir entah kemana tapi berujung di laut (kematian). Tapi kini hal tersebut terjadi pada saya, saya yang mengalir tanpa arah mau kemana saja ya 'Monggo', mau mengalir ke timbunan sampah yang dibuang masyarakat ya ayuk, mau mengalir ke kolam renang yang dikencingi anak-anak kecil ya ayoo, mau mengalir ke septic tank ya boleh boleh saja, bahkan menggenangpun juga ga masalah. Sebab hidup juga kita tidak akan tahu mau kemana meskipun sudah berjuang untuk membuat alurnya bahkan ada yang membuat garis besarnya, tp itu semua sia-sia belaka.

Ada yang bilang usaha yang mati-matian akan membuat hasil yang memuaskan, mungkin itu benar terjadi pada orang-orang yang faktor keberuntungan dari lahir sudah mencapai 90% tapi untuk saya tidak deh terima kasih. Memang dasarnya saya pemalas dan akhir-akhir ini saya tahu peran saya di dunia hanya jadi penonton para manusia yang jadi tokoh utama. Banyak dari era / jaman saya sekarang yang sudah sukses di dunia sejak muda itu yang menurut saya jadi tokoh utama, karena merekalah yang akan mengambil keputusan-keputusan penting di jaman saya kelak sudah tua. Mungkin mereka akan jadi menteri atau bahkan presiden, kalo saya yaaa paling mentok jadi Pak RT (mungkin) itu juga karena dipaksa orang-orang karena tidak mau repot-repot mengurusi urusan remeh antar tetangga hahaha ya kalo tidak jadi Pak RT ya paling jadi bapak-bapak yang nongkrong di warung sambil berdebat soal politik dan lingkungan.

Sudah deh males juga mikir dan nulis kepanjangan, jika ga ada inti atau benang merah dari tulisan ini, silahkan komen untuk memperbaiki tulisan saya.

Dan diskusi soal tulisan ini juga gapapa,tapu kalo ga ada yang komen ya cari saja maksud dan inti dari tulisan ini.

Sekian, Bye!






Senin, 01 Februari 2021

Kesuksesan di Dunia Part 1

HALO,
Di tulisan ini saya akan membahas soal kesuksesan dari pengamatan saya dengan dasar-dasar yang tidak bisa saya sebutkan karena dasarnya hanya dari pengamatan dan pengetahuan saya saja, oleh karena itu tidak bisa saya jabarkan.

Oke di tulisan ini mungkin bahasanya acak-acakan kadang saya menyebut dengan kesuksesan kadang saya meyebut dengan pencapaian atau juga keberhasilan. Anggap kata-kata tersebut sama ya, supaya kalian tidak bingung ketika membacanya. berikut ini saya gambarkan grafiknya yang berbentuk segitiga :
Gambar Diagram

 Maksud dari gambar di atas adalah :

1. Kesuksesan untuk pribadi

Kesuksesan yang dianggap oleh seseorang namun tidak dianggap sukses oleh orang lain atau lingkungannya. Contohnya : Seseorang tersebut berhasil menyelesaikan pendidikannya, sebut saja lulus S1 tapi orang lain tidak menganggap itu sebagai kesuksesan atau ada orang yang berhasil mendapatkan barang yang disukainya yang dianggap orang itu adalah sukses mendapatkan barang yang dia cita-citakan tapi orang lain menganggap itu biasa saja. Intinya, hanya orang itu sendiri yang menganggap itu suatu keberhasilan dan tidak mendapat pengakuan dari orang lain.

2. Kesuksesan di tingkat keluarga :

Kesuksesan ini didasari dari keinginan beberapa orang dalam lingkup yang lebih kecil. Didasari dari keinginan beberapa orang membuat pencapaian atau kesuksesan ini sedikit melelahkan karena seseorang itu harus dapat pengakuan dari beberapa orang di dalam keluarga itu. Misalkan : Seorang anak yang berhasil masuk Universitas bergengsi atau yang terkenal menjadikan ayah ibunya bangga, itu bisa disebut kesuksesan di tingkat keluarga karena keluarga mengakui pencapaian tersebut sedangkan keluarga lain menganggap hal tersebut biasa saja. Kesuksesan di tingkat ini sering membuat konflik antar keluarga karena patokan kesuksesan antar keluarga X dan keluarga Y berbeda-beda. Dari segi internal keluarga juga kesuksesan ini kebanyakan memberatkan anak-anak di dalam keluarga itu karena dipaksa untuk mengikuti kemauan dari yang lebih tua atau yang sudah memberikan mereka uang atau biaya hidup.

3. Kesuksesan di tingkat kelompok :

Kesuksesan ini sudah dianggap "WAH" oleh kebanyakan orang karena susahnya menggabungkan persepsi kesuksesan atau pengakuan dari banyak kalangan di kelompok tersebut. Contohnya : Seseorang berhasil Kepala Desa atau juga berhasil menjadi Walikota atau Bupati bagi kelompoknya sudah dianggap sukses dan diakui oleh orang-orang namun orang-orang yang tidak mengenalnya mungkin akan menganggap itu biasa saja. Kesuksesan di tingkat ini sulit saya carikan contohnya karena dasarnya belum jelas tapi yang jelas kesuksesan ini lebih tinggi daripada kesuksesan ditingkat keluarga. Karena di tingkat ini pencapaian kalian di tingkat keluarga akan diakui oleh orang-orang yang lain entah itu keluarga besar kamu atau keluarga besar orang lain.

4. Kesuksesan di tingkat masyarakat :

Kesuksesan di tingkat ini adalah kesuksesan yang bisa dibilang tingkat "Mitos" karena persepsi dari mayoritas masyarakat yang memandang nasib seseorang atau juga pencapaian seseorang dari sudut pandang orang-orang terdahulunya. Contohnya : Orang yang diterima masuk PNS sudah pasti dicap sukses oleh masyarakat atau kebanyakan orang lain, bahkan orang yang tidak kenal sekali pun ketika tahu dia diterima jadi PNS langsung mengecap orang itu sukses, Contoh lainya : ada orang yang bisa membeli rumah atau juga bisa membeli mobil. Dari kejadian-kejadian tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa pola pikir masyarakat adalah dari orang-orang terdahulu atau orang tuanya yang kebanyakan bekerja sebagai PNS dan juga memiliki tanah yang luas dan juga kebanyakan orang kaya di masa lalu rata-rata mempunyai mobil. Jadi oleh sebab itu kesuksesan di masyarakat menjadi hal yang sulit dicapai karena sudah tidak sesuai dengan era sekarang. 

Di Era sekarang, meskipun punya banyak uang belum dianggap sukses oleh masyarakat, begitu juga meskipun punya banyak mobil atau rumah kalau tidak jadi PNS belum dikatakan sukses oleh kebanyakan orang. Namun nilai-nilai dari pandangan-pandangan tersebut sudah mulai sedikit tergeser karena disebabkan oleh anak-anak muda yang berani untuk mendobrak Stigma kesuksesan tersebut dengan adanya berbagai macam pekerjaan dan penghasilan.

Di akhir tulisan saya mohon maaf jika contoh yang diberikan tidak spesifik tergantung cara kalian melihat suatu pendapat orang terhadap pencapaian orang lain. Tulisan ini mungkin tidak valid tapi bisa jadi pertimbangan teman-teman untuk menyikapi opini-opini orang lain yang beredar di masyarakat tentang suatu kesuksesan. Contoh-contoh di atas juga bisa terjadi di nomor yang berbeda misal contoh nomor 3 bisa saja terjadi di nomor 2 tergantung dari mana kalian memandang kejadian tersebut dari sudut pandang kalian masing-masing.

Fun Fact : karena di masa lalu populasi orang masih sedikit (khususnya di Indonesia) dan pekerjaan PNS sangat dibutuhkan untuk memajukan negara ini.

Minggu, 11 Oktober 2020

Oktober wish

 Semoga ketika saya sudah mulai bosan saya bisa melakukan pembersihan sungai di sekitar saya dan menjadi orang yang turut serta mendaur ulang sampah atau limbah yang digunakan orang-orang sehari-hari.

Dalam pikiran saya, saya ingin sekali memberikan pengaruh pada lingkungan melihat kotornya aliran sungai karena kebiasaan membuang apapun di sungai entah karena mitos atau juga yang lain. 

Semoga di tahun-tahun mendatang saya bisa mewujudkan hal ini setidaknya sebelum saya mati. 


Ingin sekali melihat sungai yang jernih yang bisa dibuat ikan untuk berenang 🎏

Sabtu, 26 September 2020

Update September

BTW tulisan saya selama ini sampah ya teman-teman ? kok saya rasa dan baca ulang feelingnya kayak gitu sih. Saya juga akhir-akhir ini rasanya pegal semua, apa karena jarang olahraga ya? haaaaaaaaaaaaaaaaah memang sudah berumur harus hidup sehat ya ternyata. Oh iya bagaimana kabar kalian semua? ya walaupun saya tahu tidak ada juga yang akan berkomentar di post ini. Semoga kalian semua sehat dan tidak mati waktu pandemi seperti ini. 

Akhir-akhir ini makin ngeri kejadian Covid 19 ya, semoga saya bisa terhindar dari penyakit itu karena punya herpes di dahi aja sudah menyiksa apalagi Covid 19. oke saya mau ijin edit podcast dulu, ya hari sabtu saya hanya menyendiri di kamar karena ga tahu mau kemana dan ga punya teman juga hehehe.


Rabu, 09 September 2020

Gak Tau

 Halo, ini mungkin akan jadi tulisan aneh dan membingungkan.

Tanggal 9 September 2020 tepatnya di Sore hari saat sedang naik motor untuk cari makan. Tiba-tiba terlintas dipikiran bahwa sesungguhnya manusia ini kelak akan berujung kepada kehampaan yang dimana ketika dunia suatu saat hancur kita akan kembali kepada keadaan tanpa kehidupan yaitu di ruang hampa udara. Mungkin ini terdengar sangat aneh bahkan jika dilihat dari sisi kepercayaan saya bisa dikata bid'ah atau murtad?

oke, yang kedua. Bagaimana jika kita benar-benar dilahirkan kembali tapi bukan pada hari kebangkitan melainkan hidup lagi di Dunia dengan segala siksa yang ada di Dunia. Bukankah hidup memang penuh derita? jadi mungkin saja konsep reward dan punishment itu sesungguhnya adalah jika kita mati akan dihidupkan kembali menjadi orang lain dengan kehidupan yang lain. Dimana kita mengulang dari awal kehidupan mulai bayi namun dengan sosok yang berbeda. Yang membuat itu surga dan neraka adalah kita terlahir sebagai siapa? apakah jadi si miskin, si kaya, si sehat, atau juga si sakit?. Dari situ bisa diasusmikan konsep surga dan neraka adalah kehidupan yang berulang di Bumi ini. Hidup tiap harinya saja penuh dengan siksaan tapi juga kadang ada momen yang indahnya, namun jika ditotal mungkin banyak nyiksanya tergantung kita terlahir dari siapa, kondisi apa, atau juga dari keluarga yang mana?. 


Oke cukup sampai sini maaf jika ini tulisan teraneh yang pernah saya buat mungkin akan saya hapus ketika saya mendapat pemikiran yang baru lagi. Jujur akhir-akhir ini saya sering berpikir tentang konsep punishment dan reward seperti surga dan neraka. Ada juga saya berpikiran jika akhirat itu tidak ada apa kita akan hidup berulang dengan cara berganti identitas yang lain. Pemikiran ini timbul sebenernya dari saya kecil karena saya merasa kenapa tiap bangun hanya sudut pandang saya saja yang ditampilkan? kenapa saya tidak bisa melihat dengan mata orang lain? layaknya di game? saya bangun bernafas dengan tubuh yang sama setiap hari? apa jika mati kelak saya akan ditubuh yang sama? lalu apa guna hidup ini ada? apakah ini semua hanya halusinasi saja? ketika saya berpikir itu jantung saya berdegup kencang dan otak saya sakit rasanya. Mata saya Otomatis terbelalak jika memikirkan hal tersebut dan akhirnya sepanjang malam terjaga hanya karena memikirkan hal tersebut. Andai ada jawaban soal ini saya mungkin akan dapat ketenangan. 

thanks.

Jumat, 04 September 2020

Mengerti sekitar dan dimengerti oleh kehidupan

 Membuat sekitar menjadi mengerti kita itu sulit. Buat saja ruang untuk diri sendiri dan tidak dicampur adukkan antara ruang publik dan pribadi karena akan membuat makin carut marut saja keadaanmu sekarang. Kalian boleh kok berbeda dari orang lain, jangan terlalu memikirkan standar yang dibuat oleh lingkungan sekitar. Memang awalnya akan terasa aneh dan berat tapi ketika kamu sudah menerima predikat aneh itu ya akan biasa-biasa saja. Mungkin dari orang-orang sekitar akan menganggap kamu aneh, sesaat atau ganjil. Itu terserah padamu untuk menjadi kamu sendiri atau kamu yang diingikan orang lain. Pilihlah tujuan hidupmu, jika hari ini kamu menjadi yang diinginkan orang lain itu akan bertahan sampai kapan? apakah kamu individu yang hidup untuk memenuhi kebahagiaan orang lain? atau individu yang bebas untuk memilih apa yang disukai. Memang selalu ada batasan di sekitar kita, terima saja predikat apa itu yang disematkan pada kalian. Jika tidak nyaman ya kalian bisa mengubahnya hingga diri kalian nyaman. Itu semua adalah the meaning of life, dimana kalian bingung mau jadi apa, mengikuti standar yang bagaimana, atau menjadi diri sendiri.


memang tidak nyambung sih tulisan kali ini. Tapi blog ini memang tercipta dari ke-random-an itu sendiri. Jadikan hari lebih berarti dengan menjalaninya sesuai apa yang kamu inginkan karena semua itu adalah THE MEANING OF LIFE.

SEKIAN 

SALAAM.