Minggu, 15 Juni 2025

3

Senang sekali impian semua keluarga bisa tercapai. Yang di awal tahun saya ingin mengumrohkan ibu, sekarang malah bapak dapat hadiah umroh. 2025 memang mengejutkan karena itu saya berpikir inilah titik balik kehidupan saya tapi saya ga berani jumawa juga, saya hanya bahagia karena apa yang diimpikan ibu saya dan saya juga inginkan bisa segera tercapai.
Saya langsung berpikir, "oh, seperti ini ya keinginan baik yang langsung disupport oleh takdir Tuhan. Apa yang kemarin itu saya salah dalam mengambil keputusan? Atau memang digagalkan dulu pernikahan saya sehingga ibu dan bapak bisa umroh?".
Saya ndak tahu apa yang terjadi dan apa yang akan terjadi, yang jelas semoga awal yang baik ini bisa selamanya jadi baik.
Entah orang lama kembali atau orang baru yang akan menemani.
Saya tidak pernah tahu, bahkan kalian juga.

2

Ternyata dengan kita mengimprove diri hanya kesepian yang didapatkan atau mungkin saya aja manusia yang apes di dunia ini

1

Pada akhirnya tulisan saya tahun 2021 bulan juni tanggal 18 menjadi kenyataan tidak ada yang benar-benar mengerti tentang cinta

Halo saya kembali nulis

Halo teman teman semua saya kembali nulis karena di platform-platform lain terlalu ramai.

Saya hanya ingin mencurahkan pikiran saja karena tidak ada tempat yang enak untuk bercerita dengan jujur.
Semuanya saling memberi saran yang tak saya butuhkan, saya hanya ingin didengar saja tanpa dihakimi perbuatan saya salah atau benar.

Dengan perbuatan benar saya juga tidak jadi apa-apa begitu juga sebaliknya, dengan saya disalah-salahkan yang ada saya malas bercerita.

Jadilah saya kembali di sini.

Sudah lama sekali saya tidak menulis seperti ini. Rindu, kangen atau apapun itulah. Kali ini saya berharap tidak ada yang membaca tulisan saya karena ke depannya akan seperti tulisan - tulisan di twitter yang ga panjang tp hanya sekedar mengeluarkan isi pikiran.
So that's it guys, enjoy 

Selasa, 21 September 2021

Passion di umur yang sudah lanjut

 Halo semua saya kembali setelah lama tal menulis. Aslinya banyak sekali pemikiran yang ingin saya tumpahkan di blog ini tapi selalu terganjal males karena ide-ide saya biasanya muncul saat mau tidur di malam hari.

oke cukup mari bahas Keresahan ini.

Akhir-akhir ini saya merasa tidak bergairah untuk melakukan aktivitas sehari-hari saya entah karena apa atau ada faktor apa, hari-hari yang saya lalui serasa hambar dan membosankan. Saya sempat bertanya ke diri saya sendiri, apakah ini kehidupan yang saya inginkan? apakah ini kehidupan yang saya cita-citakan dahulu? dan jawaban saya tentu saja menjawab TIDAK!. Namun tak bisa dipungkiri saya butuh uang untuk melanjutkan hidup. Saya sekarang bisa dikatakan cukup meskipun juga tidak terlalu cukup untuk membeli rumah atau mobil dan tidak terlalu kurang juga jika harus mentraktir teman untuk nongkrong di cafe. Saya sempat menjalani kehidupan ini dengan senang tapi dikarenakan pandemi tiba-tiba saja kehidupan saya jadi penuh pertanyaan seperti tadi dan juga kehidupan saya di sini sangat kesepian. Kesepian yang saya maksud adalah ketika kamu pulang le rumah entah kontrakan atau kosan kamu hanya bisa menemukan dirimu sendiri di kamarmu tanpa ada yang menyambut atau mengajak kamu ngobrol. Kesepian seperti itu yang saya maksud, kalian mungkin akan mencemooh "dasar lemah!" tapi ya tiap manusia berbeda-beda kan untuk menghadapi kesepian? hehehe atau saya saja mencari pembenaran atas emosi saya?.

Mungkin kebanyakan orang tidak merasakan kesepian itu atau bahkan kebanyakan orang di jaman sekarang sudah sangat nyaman dengan perasaan itu tapi saya tidak bisa seperti kalian semua. Karena kesepian yang saya alami menimbulkan banyak pertanyaan di kepala saya dan semua pertanyaan itu membuat saya khawatir apakah saya masih waras? atau sebentar lagi saya menderita schizophrenia? atau bahkan saya sekarang sudah mengidap mental health issues? hahaha ga tau dah!.

Ada beberapa orang atau bahkan publik figure yang pernah berkata "kamu tidak bisa menebak arah kehidupan mu jadi belajarlah untuk menikmati perjalanan hidupmu". Ya kalimat-kalimat tersebut sungguh bisa membuat saya bangkit lagi untuk menjalani hari namun hanya beberapa saat, besoknya saya kembali murung dan bosan. Mungkin ini yang dinamakan Stagnan? saya merasa hidup tak bergerak atau kehidupan saya yang berjalan di tempat yang sama? Bagaimana bisa saya menikmati perjalanan saya jika saya hanya berjalan di tempat yang sama? Nah kan! saya mulai banyak pertanyaan. Sudahlah kawan, jika kalian membaca ini selamatkanlah kehidupan mu atau kehidupan anakmu kelak, Sebab jika terlanjur hidup dengan mengikuti alur kalian akan susah untuk melawan arus atau sekedar bergerak ke tepi, sudah seperti ikan yang mati. Kalian akan menjalani hari ya hanya menjalani tanpa rasa menikmati.

Sebenarnya, fase ini juga ada baiknya tapu belum ketemu saja baiknya apa. Barangkali kalian bisa membantu monyet yang tersesat ini? eh salah harusnya gorila karena saya gede hehehe.

oiya saya juga buat podcast untuk melangkah maju tapi sepertinya juga tak berjalan lancar dan saya tidak punya masa depan di sana hahaha karena pendengarnya sedikit dan tema podcast saya ga menarik sama sekali, hanya dinikmati kalangan sendiri. Saya juga sedang mencoba untuk melakukan hobi saya menggambar tapi selalu terbentur dengan rasa malas. Saya sudah tahu kekurangan saya tapi masih saja melakukan pembelaan akan hal itu hahaha. Oiya saya juga bulan Juni terkena Covid dan efek panjangnya di diri saya, jadi kayak kurang energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari bawaannya ingin tidur saja, Apa ini tanda-tanda saya kan mati ya? hahaha 

Btw, tulisan ini ga nyambung dengan judul ya? oke saya sambungkan ya karena kepanjangan tadi curhat saya hehe.

Nah, dari yang saya tulis di atas tadi korelasinya adalah Di umur saya yang sudah mulai tua (jalan menuju kepala 3) sangat sulit untuk kerja berdasarkan keinginan atau cita-cita jika tak punya relasi *sedih, andai saja saya punya privileged pasti saya sekarang ga akan nulis ini di Blog *sedih.

Jadi saya mengambil kesimpulan seperti itu, semakin tua kalian akan semakin sulit untuk mencoba passion kalian kecuali memang kalian punya privileged atau setidaknya pemasukan/keuangan yang cukup, kalian akan dengan berani atau bahkan iseng untuk mencoba passion kalian. Mungkin saya terlihat bodoh di umur yang tidak muda lagi masih ngoceh soal passion passion passion tapi yaaa sesekali saya ingin kerja yang ga buat hati ini capek tapi kerja yang bikin saya senang. Mohon doanya ya teman barangkali suatu saat saya dapat warisan atau gusuran tol supaya pemasukan stabil dan memulai untuk kerja sesuai kemauan saya (tidak ikut orang)

yah sekian sambat saya kali ini, saya tahu tulisan saya sampah. Jika kalian kuat baca sampai di paragraf ini, kalian memang teman sejati saya, tak doakan kehidupan kalian lancar dan menyenangkan!

bye! salaam








Sabtu, 19 Juni 2021

Hal yang akan terjadi, terjadilah

 Hal yang akan terjadi, terjadilah

saya ambil dari buku karya jonas jonasson yang 100 tahun kakek tua keluar jendela dan lenyap, saya lupa judul persisnya karena panjang hehe coba google aja sendiri.

Kalimat tersebut sungguh jadi pemicu semangat saat ragu atau juga saat keadaan tidak sejalan kemauan, bisa juga penyemangat dikala takdir tidak memihak diri ini. Kalimat yang terjadi maka terjadilah begitu enak jika disuarakan dengan nada apapun mau senang mau sedih sungguh suatu kalimat yang ajaib.

Di dalam buku karya Pak Jonas tersebut, sang kakek (pemeran utama) selalu menggaungkan kalimat itu di waktu kejadian yang akan berlangsung padanya, seakan pasrah namun juga menerima dengan berani dan ikhlas. Pantas saja si pemeran utama umurnya hingga 100 tahun, lha wong motto nya saja yang terjadi maka terjadilah. Mungkin jika kematian datang padanya, kematian pun enggan mengambilnya karena dia begitu santai dalam menyikapi apapun.

Dari situlah sifat yang layak untuk teman-teman contoh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kalian mengalami penolakan atau juga mau mencoba hal baru seperti : Berbisnis, mengembangkan kemampuan, Belajar atau apapun itu. Kalimat yang terjadi maka terjadilah adalah solusi bagi kita semua agar tidak mudah menyerah dan tidak sedikit sedikit protes akan keadilan hidup di dunia.

segitu saja, sebenarnya saya juga ga tau mau nulis apa. Ini hanya iseng-iseng saja biar pikiran ga mengantuk dan bisa sadar hingga pergantian shift.

Terima kasih sudah membaca, sampai jumpa!

Jumat, 18 Juni 2021

Kabar Buruk Tak Selalu Buruk, Kabar Baik Belum Tentu Baik

 Saya tidak sedang ingin menulis dan tidak memikirkan sesuatu sih, tapi entah kenapa di jam 3 pagi ini menulis membuat saya terjaga dari ngantuk yang melanda saya. Saya tidak punya bahasan menarik kali ini, mari kita coba hal random seperti postingan saya biasanya.

Menyikapi kabar baik dan buruk.

Baru-baru ini di sekitar saya banyak hal-hal buruk yang melanda baik teman maupun lawan. Seolah-olah seperti musibah tiada akhir, dari security hingga manager sekalipun terkena imbasnya. Hal yang ingin saya sorot adalah cara menyikapi sebuah kabar entah itu baik atau juga buruk. Selalu ada kedua sisi tersebut, tapi sebuah kabar bisa juga mengandung kedua hal tersebut.

misal: sebuah kabar buruk ada kabar baiknya atau juga kabar baik pasti ada kabar buruknya. Kabar buruk yang ada kabarnya seperti seorang yang terkena penyakit dan tidak ada dana / uang untuk berobat itu adalah kabar buruk, kabar baiknya dia belum meninggal dan masih bisa berjuang mencari pertolongan, syukur-syukur ada yang menolong akan menjadikan kabar baik untuknya. Terkesan aneh sih contoh tersebut tapi selalu ada dua sisi itu. 

Baik kembali ke topik, Jadi ketika kalian mendapatkan kabar buruk dan itu bersinggungan langsung dengan kalian, belajarlah menampilkan sudut pandang lain untuk mencari kabar baik yang terkandung di situ. Tidak selamanya kabar buruk itu menjadi buruk jika kalian menemukan kebaikan di situ, seperti bos yang berjuang untuk anak buahnya tapi anak buahnya tidak tahu perjuangan bos tersebut sehingga anak buahnya menjelekkan-jelekan bosnya karena dirasa tidak ada itikad dari sang bos untuk membantu anak buahnya padahal sang bos juga harus berhadapan dengan hal-hal yang di luar kemampuan anak buahnya hanya untuk sekedar memperjuangkan hak-hak yang lebih besar (keseluruhan anak buah, bukan hanya 1 atau 2 orang)


bingung ya? memang tulisan saya makin ke sini makin acak adut.

intinya sih jangan selalu berpikir negatif akan kabar yang buruk, karena kita tidak tahu dari keseluruhan cerita datangnya kabar buruk tersebut. Meskipun bukan kita yang menyebabkan kabar buruk itu terjadi, kita harus belajar cara menyikapi hal-hal tersebut 

Jika kabar baik jangan langsung bergembira, cari lagi informasi siapa yang dirugikan karena hal tersebut, itu yang akan membuat kita semua jadi lebih bijaksana dalam menjalani hidup.

selamat weekend, have a good day! salam udud