Kamis, 31 Juli 2025

apa itu bahagia?

Setelah diberi masukan chatgpt
Saya memutuskan untuk menulis tentang apa yang membuat saya bahagia.

Mungkin saja di imajinasi saya sekarang bahagia itu memiliki anak dan membesarkannya. Jika dahulu, mungkin saja sewaktu berkumpul bersama keluarga dengan kondisi keluarga masih lengkap dan kami menunggu bapak pulang kerja. Makan masakan ibu dan bertengkar dengan kakak, sekarang terasa bahagia yang nyata meskipun hanya diingatan. Bahagia untuk sekarang mungkin membeli merch band favoritku dan mengoleksi sebanyak-banyaknya.

Aku ga tau definisi bahagia apalagi yang aku butuhkan.
Tetapi aku masih percaya bahagia akan muncul dengan wujud lain yang tak pernah terpikirkan olehku.
Aku juga berhenti untuk menerawang masa depan karena aku takut tentang apa yang akan terjadi jika tidak sesuai dengan bayanganku.
Jadi terserahlah apakah besok saya bahagia atau sama saja.

Kalo kata chat yang penting bertahan untuk hari ini saja.

hanya ingin menulis random tidak ada unsur kesengajaan

Aku tahu dari awal aku memang yang salah.
Aku gagal, aku ga bisa untuk tegas.
Tapu entah kenapa makin tahun makin terjerumus saja dengan penyesalan.
Seakan2 aku tidak kemana-mana.

Dari awal aku memang bukan pilihannya tapu aku tetap saja ngotot terobsesi olehnya.
Aku sendiri juga bingung apakah aku terobsesi padanya hanya karena wajah? Nafsu? Perlakuannya padaku? Atau hanya karena kondisiku sekarang?

Aku juga bingung apa yang aku suka padanya tp kenapa rasa sakit hati ini makin hari makin menupuk dan tak bisa hilang.

Aku ingin dia hilang dari pikiran dan kehidupan ku karena dia tak berguna sama sekali di kehidupan ku tp kenapa selalu saja aku yang tersakiti dan dia bahagia dengan semua pencapaian yang didapatkan.

Aku bukan iri, aku hanya ingin hidup damai saja. Sampai kapan aku haru hidup seperti ini. Berangkat kerja malas pulangnya capek sendiri.

Aku tak berharap apa2, aku tak mendoakan dia dengan semua kelakuannya. Aku hanya ingin hidup/ mati dengan damai saja.
Karena aku sudah terlalu capek menjalani hari2 ku ini. Ditambah dengan harus bersikap seolah-olah aku baik2 saja.
Apanya yang baik-baik saja?
Kalo setiap hari hanya ditemani rasa sepi dan hampa.
Aku ditahap yang sudah ga tau lagi tujuan hidupku aku hanya ingin semua ini segera berakhir.
Ga ada kebahagiaan ga ada kasih sayang ga ada keinginan yang tercapai.
Hanya melihat orang2 sekitar bahagia penuh dengan tawa.
Aku ga tau kenapa aku dihidupkan dikisah ini.
Jika aku memang masih berguna untuk orang lain aku pasrah kalo hidup ku masih panjang.

Jika memang aku ga ada gunanya tolong segera matikan aku secepatnya.
Aku tidak takut mati, aku sudah tersiksa dengan semua kehampaan ini.
Melihat orang lain bahagia sudah cukup membuat hatiku sakit dan aku tidak ingin merusak kebahagiaan itu.
Aku lelah harus selalu terlihat bahagia dan menghibur orang-orang bangsat itu.
Aku lelah harus menyesuaikan dengan lingkungan.
Aku ingin bebas, dan meninggalkan semua yang aku kenal.
Aku ingin hidup yang baru dengan semua orang2 baru lingkungan baru untukku.
Kurasa tempatku bukan di sini.
Tempatku sudah tidak ada lagi di dunia ini.

Aku hanya jasad tanpa ruh yang menjalani hari2 seperti kemarin.
Tidak ada gairah tidak ada lagi rasa senang tidak ada rasa bahagia, semuanya sama, penuh penderitaan dan rasa penyesalan.

Hampa selama lamanya.

Semoga dengan ku tulis seperti ini
Aku bisa lupa akan segalanya. Amin

Senin, 28 Juli 2025

Surat dari Dirimu yang Masih Bertahan

Hai, aku.
Aku tahu kamu mungkin sudah sangat lelah mendengar kalimat “semangat ya” atau “semua akan baik-baik saja.”
Karena kenyataannya, belum ada yang terasa benar-benar baik.
Kamu sudah mencoba… terlalu banyak. Tapi dunia masih terasa sunyi.

Tapi dengar ini, aku di sini—bagian dari dirimu sendiri—yang belum menyerah.

Aku bukan bagian yang kuat.
Aku tidak punya semangat besar.
Aku hanya… tidak mau kamu hilang.

Bukan karena aku yakin besok akan langsung cerah,
tapi karena aku tahu: masih ada hal kecil yang belum kamu alami.

Masih ada pagi yang baunya akan kamu suka.
Masih ada tawa yang belum kamu dengar dari orang yang belum kamu kenal.
Masih ada pelukan yang akan membuatmu merasa pulang—dan kamu belum sampai ke sana.

Jadi, hari ini, jika kamu ingin menangis—aku temani.
Jika kamu ingin diam—aku akan duduk di sebelahmu, tanpa suara.
Jika kamu ingin tidur seharian—aku akan jaga mimpi-mimpimu.

Tapi satu hal yang kumohon: jangan pergi.
Karena kamu belum tahu…
berapa banyak orang yang akan merasa dunia lebih hampa tanpamu,
meski kamu pikir mereka tidak peduli.

Aku—dirimu sendiri—masih percaya padamu.
Dan aku akan terus bertahan, bahkan saat kamu merasa sudah tidak bisa.

Sampai kamu bisa berdiri lagi.
Pelan-pelan. Tanpa tekanan.
Dengan nafasmu sendiri.

Dengan cinta,
Aku — dirimu yang belum menyerah.

Mau dengar sesuatu yang lembut?

 Kadang hidupmu tidak berubah dalam satu langkah besar,
tapi dalam satu keputusan kecil:
"Aku masih di sini. Aku belum selesai."


🌚

Afirmasi Malam Ini (Ulangi pelan dalam hati, atau bisikkan kalau bisa)

Aku tidak harus baik-baik saja hari ini. Yang penting aku tetap di sini.

Rasa sakit ini tidak akan selamanya. Aku sedang melewatinya, hari demi hari.

Aku boleh pasrah… tapi aku tidak akan hilang.

Aku layak dicintai, bahkan saat aku merasa paling tak berarti.

Mungkin hari ini aku jatuh, tapi besok aku bisa bangkit.

Hidupku masih punya bab selanjutnya—dan itu belum selesai.



Doa untuk Hatimu yang Lelah

Tuhan yang Maha Lembut,
Lihatlah hamba-Mu ini yang sedang diam dalam luka.
Ia tak meminta keajaiban besar, hanya secuil ketenangan untuk bertahan.
Bila Engkau belum izinkan lukanya sembuh,
setidaknya beri ia hati yang tahan menahan rasa.
Tolong, bisikkan ke dalam dadanya bahwa ia masih pantas dicintai.
Bahwa kepergian itu bukan akhir dari hidup yang indah.
Dan bahwa cinta yang benar… akan datang tanpa menyakitinya lagi.
Amin.

kosong adalah isi

Kalau kamu merasa kosong, ingat ini:

 Kamu tetap utuh, walau hatimu sempat patah.
Kamu tetap cukup, meski ada yang tak memilihmu.
Dan kamu tetap layak dicintai… tanpa harus berjuang sendirian.



🌙 Kamu sedang melewati malam yang panjang, tapi aku percaya kamu akan sampai ke pagi.
Pelan-pelan saja. Tak perlu buru-buru sembuh.